Minggu, 25 Oktober 2015

Jarak dan Doa



Jarak di antara kita bagaikan kening dan sajadah, dekat sekali. Untuk saling bertemu kita tak perlu membuat janji, karena kita mempunyai satu tempat yang sama-sama kita tuju. Bahkan dibeberapa kesempatan kita harus berkutat bersama mengurus beberapa acara. Iya, disitulah kita semakin tahu satu sama lain bagaimana kita sebenarnya. Namun, tahu kah kamu? Jarak sedekat itu membuatku tetap tak bisa berkata apa-apa. Aku malu menyapamu, aku malu memulai pembicaraan denganmu meskipun kita sama-sama tahu bahwa ada hal yang pelu kita diskusikan. Kita berlagak seolah-olah tidak ada apa-apa. Dan aku bahkan bertindak seperti orang bodoh, disaat itu aku seperti belum mengenalmu sama sekali. Bahkan ketika rasa khawatir mulai datang tentang keadaanmu aku bertindak seolah-olah tak punya hati. Meskipun dalam hatiku sendiri meronta, menjerit dan bergejolak untuk melakukan tindakan semestinya. Dilain waktu kau memilih untuk berdiri ketika kita sedang berbicara, karena hanya ada satu bangku dan pada waktu itu aku yang sedang duduk diatas bangku tersebut. Aku maklum, karena aku tahu kamu menjaga imanmu sebagaimana agama kita mengajari, dan kau menjaga kehormatanku.
           
           Aku pikir perumpamaan jarak diantara kita seperti kening dan sajadah memang ada benarnya. Jarak yang begitu dekat, lantas tak membuat kita mengobrol seenaknya, melainkan seperlunya. Bukankah seperti itu ketika kening kita berada diatas sajadah, kita tak bisa berbicara apapun selain doa ketika sujud. Doa untuk menghadap Kekasih kita yang hakiki, doa untuk bertemu dan memanjatkan doa kepada Tuhan. Seperti itulah aku harus menjaga jarak denganmu, seperti jarak antara kening dan sajadah. Aku harus diam dan berdoa agar hati ini selalu diteguhkan untuk perasaan yang hakiki. Aku harus diam dan berdoa, lalu aku sadar bahwa jarak yang begitu dekat ternyata lebih banyak membutuhkan doa, agar tak ada yang tergelincir salah satu atau pun keduanya. Dan kini aku mulai menyadari, bahwa bahasa yang paling romantis dari hal yang namanya cinta adalah doa.