Jumat, 14 Juni 2013

POWER


              

Hi, my lovely reader now we come back again to my article about my friend that is my soul her name is Afiatuz Zuraidah. Now I want to tell you about her, about her power inside her soul that she don’t know some of them. I realize that it more difficult to motivated our self than to motivated other person and now I want write this latter to Afifatuz so she can realize how amazing her self.



To my dear Friend Afifatuz Zuraidah.
For the first I want give you a quote from Mr. Edward that is “every person is different and every person is important” so I want to remind you that you must confidence to your ability. Don’t think that you are the worst because you have your own power, just be considered to finding out you power inside your self. Don’t always compare your self with other, especially according to physical, because I want you to become your self by your self.
Ok, next I want motivated you by explain your first name that is “AFIFATUZ”, you must know that from your name you have some powers and you must be aware for this one. First from “A”, it mean that you are “ambitious” just like your classmate said to you. You must remind that you will never give  up to reach your dream but still in the right way, you become ambitious because you have big spirit so let you to influence other by your spirit and you can have more than three steps forward.
Second is “F” it mean that you are “friendly”, let prove to other that you are not ignore person because remember that some of your friends said that you very rare to give smile for other. You are friendly and you are easy to accost people around you, give them your smile and prove that you care with them. Even you meet your enemy just still keep your smile to them because you are friendly.
Third is “I”, it mean that you are “impartial” or you are fair, you are netral. You like to help your friend not esteemed who are they because you are impartial person.
 Fourth is “F”, it mean “fearless”. You are strong girl you have big bravery so don’t be afraid to fail because fail is friend to correction your self to be better. So let the world see if you fearless person.
 Fifth is “A” it mean “amused”.   You are not mousy girl but you are cheerful, you will make the condition around you full with laugh. You are amused so you are easy to have socialization with other so you will not fell alone.
Sixth is “T” it mean “tough”. Tough here is not mean if you are criminal but you are strong. Even you get ordeal but you can solve that by your self.
Seventh is “U” it mean “unusual”. You are amazing even sometimes you must be abnormal person but it okey, because normal is boring.
The last is “Z” it mean “zany”. You are so cute



So Afif, I hope you can more care to your self. You have power, let we leave behind our fear and be brave to hope. Ok I think enough, it can help you be more spirit. The last if you feel confuse just close your eyes, clear your heart then let it go.


 


Minggu, 09 Juni 2013

Mungkin

Mungkin...
 Senja sore yang aku tunjukan padamu, kamu anggap sebagai pengelabu warna anganmu. Mungkin.... hari ini bukanlah hari adil bagiku. Siang harus mengembun memberi berbagai tanda tanya yang sebenarnya mulut ini tak mau akan tanyakan hal itu. Roda terus berputar tapi seakan akan kau hentikan semua itu dengan menyisahkan segala kegelisahan dan kerinduan dikalbu ini tapi apa yang terjadi malah amarah yang terus bergerak melamban tapi pasti menyamai mendung hati ini.
         
            Mentari tetap melamun, awan tak mau merubah bentuknya, mendung tak mau mengalah dengan sinar surya, sungai mengeruh dan kenanga pun tak ada semerbak bau harumnya. Mugkin..... hari ini penuh dengan debu yang membuat mataku terpejam layu, diambang ini aku selalu berharap jika kau akan ucapkan kata maaf  dan ingin kembali seperti dahulu, mungkin aku memang tidak pernah merasakan akan kepergian mu namun aku selalu berpikir akan kejauhan kita yang begitu berbeda, aku tak ingin menyalahkanmu karena aku sendiri belum tahu isi hatimu, bukanlah sesuatu yang aku inginkan untuk kehilanganmu, bukanlah sesuatu yang aku harapkan untuk membencimu dan bukanlah sesuatu yang aku sadari untuk bisa mencintaimu.
          Kini aku harus berpijak diatas satu batu sedang yang lain tak bisa menyatu,,,,
          Mungkin.... aku tak bisa mencari bianglala
          Mungkin.... sinar rembulan hanya bisa menyusur rumput ilalang yang tak pernah menggebu dimalam layang..
          Mungkin aku tak kan pernah lagi memandang senyumu, mendengar tawamu dan menatap indah matamu, disana dan disini pasti ada yang lebih baik dari diri kita masing masing,
          Cinta memang tidak harus memiliki dan Cinta memang butuh pengorbanan tapi pengorbanan yang sesungguhnya adalah mengikhlaskan kekasih hati jika ia telah menemui kekasihnya yang hakiki.
          Memang tak bisa munafik hati ini untuk mengatakan aku tak lagi mencintaimu, mataku tak kan pernah bisa bohong. Aku selalu mendoakan mu disini, andai kau tau apa isi dari doaku, aku selalu menyelipkan doa bahwa kita bisa bertemu lagi untuk dan dalam keabadian.
 Seindah apapun cinta itu adalah duri. Sebesar apapun sayang itu adalah hanya misteri

          Ingatlah untuk mengingatku, renungkan kata-kata dariku.
Mungkin aku tak seperti yang kau harapkan, dan aku tau kau tak permah menunjukan sikapmu itu, kemarrin aku memang memilikimu sebagai sahabat dan sempat aku menaruh rasa sayang denganmu sahabatku. Tapi kini aku kehilanganmu, setia yang aku harapkan kini berubah menjadi setia untuk menyakiti, setia untuk menutupi apa yang terjadi, setia untuk berbohong dan setia untuk menjaga kemunafikan ini.
          Aku jenuh dengan semua ini..
          Aku membuat diriku sendiri untuk bisa membencimu bahkan aku membenci setiap wanita didekatmu,,,
Pasirpun tak meninggalkan jejak kakimu, hati ini seperti daun mati. Ku coba untuk menghapus satu kalimat yang indah yang pernah kau berikan padaku, menggantinya dengan seratus hujatan kata yang akan kuberikan padamu.
          Aku tak mau terus berlinang karenamu, kamu bukan siapa-siapaku dan begitupun aku, apa kamu sadar dengan kenyataan ini, apa kamu mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini. Biarpun kau pandang aku begitu hina aku iklhas karena aku tak seperti apa yang ada dimata mu. Setelah kamu mengajariku untuk mencintai seseorang dan ternyata orang itu kamu, aku harap kamu juga mengajariku untuk bisa melupakan seseorang dan seseorang itu kamu. Entah apa yang akan terjadi nanti diantara kita, yang jelas masih ada sedikit luka yang belum tertupi oleh kebahagiaan yang selama ini masih aku cari meskipun aku tahu itu ada dimana tapi sangatlah sukar untukku mendapatkanya.

Terlalu berlebihan kah aku membanggakanmu didepan teman-temanku ? apakah aku yang mungkin terlalu mencintaimu ? entahlah, yang jelas kamu kini tak pernah hadir dalam hari-hariku lagi, kamu kemanapun aku tak tahu. Sering aku berpikir apakah kamu pernah menceritakan dengan bangganya tentang diriku kepada teman-temanmu? Pasti tidak mungkin. Kini aku takut untuk merindukanmu karena seiring dengan datangnya rindu kebencian itu tak bisa aku lepaskan.
Sebutan apalagi yang ada antara kita, masih pantaskah “sahabat” aku sanjungkan diantara kita, ketika ranting yang akan tumbuh menjadi batang dalam persahabatan antara kita patah karena keeogoisan kita lalu benalu kita biarkan tumbuh karena kesombongan dan tak ada yang mau mengalah satu sama lain.

Yang aku inginkan adalah “kita”, kita yang menjaga persahabatan ini bukan aku atau kamu tapi kita. Lihatlah sejenak orang yang ada disampingmu, kamu harus tahu bahwa perhatianku terhadapmu juga butuh keperdulianmu butuh pengorbananmu juga. Mungkin kamu hanyalah mimpi bagiku.

#AZ

Senin, 03 Juni 2013

INDONESIA, SMART ?



              Indonesia merupakan salah satu Negara Multikulturalisme baik dari segi budaya atapun manusianya, selain sumber daya alam yang melimpah Indonesia juga dikaruniai sumber daya manusia yang melimpah. Terus meningkatnya usia produktif yang dimiliki Indonesia bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik lagi, namun pertanyaanya apakah usia produktif yang dimiliki Indonesia memiliki kemampuan untuk menjawab tantangan global ? Bermutu atau tidaknya sumber daya manusia yang produktif mengharuskan kita untuk melihat kembali latar belakang pendidikan mereka. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas agar pembangunan di Indonesia bisa sejalan dengan negara maju. 

                Education For All di Indonesia mengalami penurunan jika pada tahun 2010 Indonesia berada pada peringkat 65 pada tahun 2011 menjadi peringkat 69. Sedangkan menurut UNESCO kualitas pendidikan di Indonesia berada pada peringkat 10 dari 14 negara-negara berkembang se-Asia Pacific, dan jika dilihat dari segi kualitas pengajar di Indonesia berada di peringkat 14 dari 14 negara. Dengan adanya hal seperti ini penulis berharap agar setiap lembaga pendidikan di Indonesia bukan hanya memperhatikan pada pendidikan formal saja namun menyeimbangkan pada pendidikan non formal juga. Selain itu peningkatan kualitas terhadap tenaga pengajar juga harus sangat diperhatikan karena jika kita melihat pada kenyataan di Indonesia sekarang ini semakin menurunya tingkat pendidikan di Indonesia disebabkan oleh lemahnya kualitas guru dalam menggali potensi siswanya. Salah satu tujuan pendidikan di Indonesia adalah untuk mencetak para pemimpin yang berkarakter cakap, berani, jujur, kreatif dan tanggap. Menggantikan kursi pemimpin yang sekarang ini sibuk dengan permainan korupsinya terhadap uang rakyat.

                Penulis berharap pendidikan Indonesia kedepanya lebih peduli dengan “Leadership and Environment”. Yang pertama dari Leadership agar menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila pada calon pemimpin Indonesia, karena menurut penulis para pelajar Indonesia sudah mengalami degadrasi moral. Tindakan kriminal bukan hanya dilakukan oleh oknum-oknum tertentu namun banyak pula dari kalangan terpelajar. Hal ini membuktikan bahwa jiwa kepemimpinan para pemuda ataupun pelajar tidak diperhatikan lagi. Sedangkan untuk Environment karena alam Indonesia yang mulai tak terurus, bisa dilihat dari kekayaan tambang dan hutan yang dibajak oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, oleh karena itu pendidikan tentang akan pentingnya menjaga kelestarian alam juga perlu diajarkan sejak dini kepada pelajar karena pada hakikatnya “Generasi muda akan terus tumbuh,membawa serta lingkungan mereka” (Prof. Emil Salim) 


               Ini merupakan salah satu program penulis yang pernah penulis lakukan dengan rekan kerja penulis pada program ini di sebuah Sekolah Dasar di Kelurahan Tlogowaru, Kota Malang yaitu SDN Tlogowaru 1. Program ini bernama “GREEN LEADER GENERATION”, penulis berharap bisa bekerja sama dengan pemerintah seperti dari Kementrian Lingkungan  sebagai tindak lanjut program GLG ini. Penulis berharap jika pemerintah bisa memasukan kepedulian terhadap lingkungan manjadi salah satu kurikulum terbaru di setiap lembaga pendidikan di Indonseia seperti halnya Pramuka yang sudah masuk dalam kurikulum pendidikan 2013 sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Green Leader Generation ini menyeimbangkan antara kepemimpinan dan lingkungan kepada para siswa dan tujuan akhir dari program ini adalah menciptakan banyak “G-SCHOOL”  atau green school yang ada di Indonesia, sehingga harapan nantinya “many leaders lead our community”.
 
GREEN LEADER GENERATION SYMBOL
            Terakhir harapan penulis untuk pendidikan Indonesia adalah, tidak adanya lagi kesenjangan sosial yang sangat menonjol dalam proses penempuhan pendidikan. Semua kalangan membutuhkan pendidikan yang bermutu namun banyak orang yang mengatakan bahwa pendidikan bermutu itu mahal, sehingga program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah banyak mengalami hambatan karena banyaknya siswa yang putus sekolah dan hanya kalangan atas yang bisa menikmati pendidikan berkualitas. Kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap pendidikan yang ada didaerah pinggiran adalah salah satu penyebab terjadinya hal itu. Adanya sekolah gratis di suatu daerah tak bisa menjamin akan kelayakan fasilitas pendidikan yang ada, yang ada malah apakah pendidikan itu memang benar ada yang gratis ? 
siswa siswi SDN Tlogowaru 1 merayakan Earth Hour
              Indonesia memiliki banyak pejabat tinggi negara dan orang-orang konglomerat tapi sayangnya mereka tidak bisa merakyat dengan rakyatnya, penulis pernah berpikir jika beberapa persen dari kekayaan para pejabat semisal 3% saja dijadikan satu lalu disumbangkan untuk pembangunan sekolah baru di daerah yang terpencil, terluar dan terdalam ataupun untuk memperbaiki sarana dan fasilitas yang ada disekolah itu maka hal tersebut akan sangat membantu meringankan beban pemerintah dalam memajukan pendidikan Indonesia yang bukan semakin maju malah semakin mundur. Indonseia sebenarnya sudah mempunyai sistim pendidikan yang bagus namun dalam penerapanya masih belum bisa memfokuskan dengan kondisi yang dibutuhkan oleh rakyatnya karena menurut penulis sistim Pendidikan Indonesia yang masih terpusat dan belum diimbangi dengan survey akan sistim pendidikan seperti apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya adalah salah satu penyebabnya. semoga harapan penulis membuktikan ke dunia bahwa Indonesia memang smart itu benar, sehingga ita bisa dengan pemimpin dunia.
 

#Afifatuz Zuraidah.