Indonesia merupakan
salah satu Negara Multikulturalisme baik dari segi budaya atapun manusianya,
selain sumber daya alam yang melimpah Indonesia juga dikaruniai sumber daya
manusia yang melimpah. Terus meningkatnya usia produktif yang dimiliki
Indonesia bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik lagi, namun pertanyaanya
apakah usia produktif yang dimiliki Indonesia memiliki kemampuan untuk menjawab
tantangan global ? Bermutu atau tidaknya sumber daya manusia yang produktif
mengharuskan kita untuk melihat kembali latar belakang pendidikan mereka. Pendidikan
merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang
berkualitas agar pembangunan di Indonesia bisa sejalan dengan negara maju.
Penulis berharap pendidikan Indonesia kedepanya
lebih peduli dengan “Leadership and
Environment”. Yang pertama dari Leadership agar menghidupkan kembali
nilai-nilai Pancasila pada calon pemimpin Indonesia, karena menurut penulis
para pelajar Indonesia sudah mengalami degadrasi moral. Tindakan kriminal bukan
hanya dilakukan oleh oknum-oknum tertentu namun banyak pula dari kalangan
terpelajar. Hal ini membuktikan bahwa jiwa kepemimpinan para pemuda ataupun
pelajar tidak diperhatikan lagi. Sedangkan untuk Environment karena alam Indonesia yang mulai tak terurus, bisa
dilihat dari kekayaan tambang dan hutan yang dibajak oleh oknum-oknum tak
bertanggung jawab, oleh karena itu pendidikan tentang akan pentingnya menjaga
kelestarian alam juga perlu diajarkan sejak dini kepada pelajar karena pada
hakikatnya “Generasi muda akan terus tumbuh,membawa serta lingkungan mereka”
(Prof. Emil Salim)
Ini merupakan salah satu program penulis yang pernah penulis lakukan
dengan rekan kerja penulis pada program ini di sebuah Sekolah Dasar di Kelurahan
Tlogowaru, Kota Malang yaitu SDN Tlogowaru 1. Program ini bernama “GREEN LEADER
GENERATION”, penulis berharap bisa bekerja sama dengan pemerintah seperti dari
Kementrian Lingkungan sebagai tindak
lanjut program GLG ini. Penulis berharap jika pemerintah bisa memasukan
kepedulian terhadap lingkungan manjadi salah satu kurikulum terbaru di setiap
lembaga pendidikan di Indonseia seperti halnya Pramuka yang sudah masuk dalam
kurikulum pendidikan 2013 sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Green Leader
Generation ini menyeimbangkan antara kepemimpinan dan lingkungan kepada para
siswa dan tujuan akhir dari program ini adalah menciptakan banyak “G-SCHOOL”
atau green school yang ada di
Indonesia, sehingga harapan nantinya “many leaders lead our community”.
![]() |
| GREEN LEADER GENERATION SYMBOL |
Terakhir harapan penulis untuk pendidikan Indonesia
adalah, tidak adanya lagi kesenjangan sosial yang sangat menonjol dalam proses
penempuhan pendidikan. Semua kalangan membutuhkan pendidikan yang bermutu namun
banyak orang yang mengatakan bahwa pendidikan bermutu itu mahal, sehingga
program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah banyak mengalami
hambatan karena banyaknya siswa yang putus sekolah dan hanya kalangan atas yang
bisa menikmati pendidikan berkualitas. Kurangnya perhatian dari pemerintah
terhadap pendidikan yang ada didaerah pinggiran adalah salah satu penyebab
terjadinya hal itu. Adanya sekolah gratis di suatu daerah tak bisa menjamin
akan kelayakan fasilitas pendidikan yang ada, yang ada malah apakah pendidikan
itu memang benar ada yang gratis ?
Indonesia memiliki
banyak pejabat tinggi negara dan orang-orang konglomerat tapi sayangnya mereka
tidak bisa merakyat dengan rakyatnya, penulis pernah berpikir jika beberapa
persen dari kekayaan para pejabat semisal 3% saja dijadikan satu lalu
disumbangkan untuk pembangunan sekolah baru di daerah yang terpencil, terluar
dan terdalam ataupun untuk memperbaiki sarana dan fasilitas yang ada disekolah
itu maka hal tersebut akan sangat membantu meringankan beban pemerintah dalam
memajukan pendidikan Indonesia yang bukan semakin maju malah semakin mundur. Indonseia
sebenarnya sudah mempunyai sistim pendidikan yang bagus namun dalam penerapanya
masih belum bisa memfokuskan dengan kondisi yang dibutuhkan oleh rakyatnya
karena menurut penulis sistim Pendidikan Indonesia yang masih terpusat dan
belum diimbangi dengan survey akan sistim pendidikan seperti apa yang
dibutuhkan oleh rakyatnya adalah salah satu penyebabnya. semoga harapan penulis membuktikan ke dunia bahwa Indonesia memang smart itu benar, sehingga ita bisa dengan pemimpin dunia.
#Afifatuz Zuraidah.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar