MELATI CINA UNTUK IBU
Kain
gendong itu kau sampirkan disketsel
Mesin
jahit kau injak memecah renungan malam
Selambu
kamar kini jarang bergerak
Karena
kini kau ganti dengan gedornya pintu triplek
Kau
tempelkan baju jahitanmu itu padaku
Engkau
menjinjing kebahagiaanku bersamamu
Engkau
pangku aku
Engkau
tak pernah biarkan aku galau
Tritis
kehidupan kita memang sederhana
Tapi
jangkar itu memberatkan nalarku
Untuk
mengibas perlahan kasihmu
Karena
aku takut: apakah aku berbalik kepadamu?
Kau
menjawab tidak, engkau inginkanku mandiri
Kapuk
itu berterbangan ringan
Tapi tak
seringan ku layangkan kasihmu
Melati
cina itu kubiarkan mekar
Tak ada
semerbak harum memang
Tapi
corak putihnya merayuku
Untuk
memetiknya
Wanginya
tak sewangi bau bunga telon
Tapi
putihnya adalah sebuah keakraban
Jingga
kesenanganku meletup-letup
Saat
kuhadiahkan melati cina ini untukmu
Kau tak
berdalih untuk menerimanya
Karena
ini bukanlah fidyah dariku
Putihnya
melati cina itu kau katakan
Sebagai
penutup kesalahanku
Dan
sempat kukatakan padamu
Terimakasih
ibu.
Nama : Afifatuz Zuraidah
Kelas : X-4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar