Minggu, 05 Agustus 2012

my poetry

MELATI CINA UNTUK IBU
Kain gendong itu kau sampirkan disketsel
Mesin jahit kau injak memecah renungan malam
Selambu kamar kini jarang bergerak
Karena kini kau ganti dengan gedornya pintu triplek
Kau tempelkan baju jahitanmu itu padaku

Engkau menjinjing kebahagiaanku bersamamu
Engkau pangku aku
Engkau tak pernah biarkan aku galau
Tritis kehidupan kita memang sederhana
Tapi jangkar itu memberatkan nalarku
Untuk mengibas perlahan kasihmu

Karena aku takut: apakah aku berbalik kepadamu?
Kau menjawab tidak, engkau inginkanku mandiri
Kapuk itu berterbangan ringan
Tapi tak seringan ku layangkan kasihmu

Melati cina itu kubiarkan mekar
Tak ada semerbak harum memang
Tapi corak putihnya merayuku
Untuk memetiknya

Wanginya tak sewangi bau bunga telon
Tapi putihnya adalah sebuah keakraban
Jingga kesenanganku meletup-letup
Saat kuhadiahkan melati cina ini untukmu
Kau tak berdalih untuk menerimanya
Karena ini bukanlah fidyah dariku
Putihnya melati cina itu kau katakan
Sebagai penutup kesalahanku
Dan sempat kukatakan padamu
Terimakasih ibu.


Nama   : Afifatuz Zuraidah
Kelas   : X-4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar