Minggu, 05 Agustus 2012

my poetry


JIKA KELAK
Lembayung kehidupanku
Memang tidak seperti sulur sirih
Yang bisa menggandeng
Apa yang ada disekitarnya

Ketika daun talas itu tenggelam dalam basah
Ketika itu pula hatiku mulai resah
Kenanga yang mulai mekar semerbak seperti kembang ijo
Namun aku belum bisa
Melepas tali simpul perrmasalahanku

Jika kelak esok nanti
Kau menangis karenaku
Aku berharap
Kau pernah bahagia karenaku
Namun jika kelak kau membenciku
Aku berharap kau tersenyum bukan karenaku

Ku lihat bunga delima itu kembang
Seperti dilemaku dan dilemamu
Yang hanya terus mengawang
Dan yang terus berseteru

Jika kelak berganti aku yang kecewa
Aku harap kau yang slalu membuatku tertawa
Jika kelak berganti aku yang menyendiri
Mungkin benar kamulah yang menyakiti
Jika kelak kamu menyalahkanku
Aku harap aku tak kan menangis karena kehilanganmu
Dan jika kelak aku merindukanmu
Aku tak kan mengingatmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar