Teruntuk Tuan yang selalu aku sembunyikan.
Tuan,
hal yang bertahun-tahun kita takutkan sekarang sudah terjadi dan sudah saatnya
aku harus bisa membela diri sendiri. Tuan, wanita ini memang sudah terbiasa
dengan perjuangan yang berat, bahkan untuk sampai diposisi sekarang ini masih
saja betah bergulat dengan perdebatan yang sama. Perbedaan dimana kita menempuh
pendidikan sekarang tuan anggap sebagai tanda derajat yang lebih tinggi dan
lebih rendah? Sungguh, itu bukanlah hal yang penting. Tuan, wanita ini beberapa
kali pernah membaca kutipan bahwa “jodoh adalah cerminan diri sendiri”. Tuan
tau? Kalimat itu lah yang membuat wanita ini tak peduli seberapa sering
jatuhnya asalkan bisa berdiri lagi lebih cepat dan berusaha sekuat iman untuk
menjadi wanita yang hebat. Karena memang wanita ini bukan wanita yang bisa tuan
remehkan. Namun, meskipun begitu, bagi wanita ini tuan masih menjadi tuan yang
disembunyikan, tuan yang biasanya menjadi tempat berbagi mimpi dan motivasi.
Sampai bertemu dimusim selanjutnya tuan, dikehidupan masa depan yang sedang
masing-masing kita persiapkan.
Rabu ,1 Juni 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar